Basket 3x3 Antarinstansi Sulteng Berakhir, Kementerian IMIPAS Keluar sebagai Juara -->

Advertisement Masukkan script iklan 970x90px

Basket 3x3 Antarinstansi Sulteng Berakhir, Kementerian IMIPAS Keluar sebagai Juara

infobaru
Minggu, 09 Agustus 2026


Pembaca

Penutupan kejuaraan Bola Basket 3x3 Merah Putih dilakukan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Sulawesi Tengah Muchsin H. Pakaya, S.E., M.M.



PALU, InfoBaru — Kejuaraan Bola Basket 3x3 Merah Putih Antarinstansi se-Sulawesi Tengah 2026 berakhir. Bukan hanya soal perebutan gelar juara, turnamen yang mempertemukan pegawai dari berbagai instansi itu menjadi ruang untuk memperkuat silaturahmi, sportivitas, dan kolaborasi di antara aparatur pemerintahan dan lembaga di Sulawesi Tengah.


Kementerian IMIPAS tampil sebagai juara pertama setelah melewati rangkaian pertandingan yang berlangsung selama beberapa hari. Posisi kedua ditempati Bhayangkara Tinombala, sedangkan Bhayangkara Presisi meraih juara ketiga.


Penutupan kejuaraan dilakukan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Sulawesi Tengah Muchsin H. Pakaya, S.E., M.M. Acara tersebut turut dihadiri Ketua Harian Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sulawesi Tengah, jajaran Pengprov Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (Perbasi) Sulawesi Tengah, Perbasi Kota Palu, pejabat eselon III Dispora Sulteng, perwakilan instansi peserta, sponsor, panitia, wasit, ofisial, awak media, serta para atlet.


Dalam sambutannya, Muchsin mengatakan, pertandingan basket 3x3 memperlihatkan bukan hanya kemampuan fisik, tetapi juga kerja sama, strategi, dan mental bertanding para peserta.


Format permainan yang cepat dan dinamis membuat setiap pemain dituntut mengambil keputusan secara cepat. Namun, di balik kompetisi tersebut, terdapat nilai yang lebih luas, yakni membangun kebersamaan di antara instansi yang sehari-hari memiliki tugas dan fungsi berbeda.


"Esensi utama dari kejuaraan antarinstansi ini sebenarnya bukan sekadar tentang siapa yang menang atau siapa yang membawa pulang piala," kata Muchsin.


Menurut dia, kejuaraan tersebut menjadi wadah silaturahmi untuk mempererat persaudaraan, sinergi, dan kolaborasi antarinstansi di Sulawesi Tengah.


Pesan itu menjadi relevan karena para peserta tidak hanya bertanding sebagai individu atau tim, tetapi membawa identitas institusi masing-masing. Lapangan basket akhirnya menjadi ruang perjumpaan yang lebih cair, di luar rutinitas birokrasi dan pekerjaan pelayanan publik.


Muchsin menilai, kebugaran dan kesehatan aparatur juga memiliki hubungan dengan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Karena itu, kegiatan olahraga antarlembaga perlu terus diberi ruang.

"Pemerintah Daerah melalui Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Sulawesi Tengah akan terus berkomitmen mendukung ruang-ruang kompetisi olahraga seperti ini demi mewujudkan masyarakat Sulawesi Tengah yang sehat, aktif, dan berprestasi di segala lini," ujarnya.


Ia juga memberikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah menjaga semangat kompetisi selama turnamen. Kepada tim yang meraih juara, ia berpesan agar prestasi tersebut tidak membuat pemain kehilangan sikap rendah hati.


Sementara bagi tim yang belum berhasil naik podium, hasil pertandingan diminta tidak dipandang sebagai akhir. Kekalahan, menurut Muchsin, dapat menjadi bahan evaluasi untuk menghadapi kompetisi berikutnya.


Kejuaraan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa olahraga dapat menjadi medium membangun hubungan antarlembaga. Di tengah kesibukan birokrasi dan tugas pelayanan, perjumpaan di lapangan menjadi cara sederhana untuk memperkuat komunikasi yang pada akhirnya dapat mendukung kerja sama di luar arena pertandingan.


Rangkaian kejuaraan ditutup secara resmi oleh Kepala Dispora Sulawesi Tengah Muchsin H. Pakaya. Dengan berakhirnya pertandingan, gelar juara menjadi catatan bagi tiga tim terbaik, sementara semangat sportivitas dan kebersamaan menjadi warisan yang diharapkan tetap terbawa setelah lampu lapangan dipadamkan.


Hasil akhir:


1. Juara I: Kementerian IMIPAS

2. Juara II: Bhayangkara Tinombala

3. Juara III: Bhayangkara Presisi