![]() |
| Kejuaraan Bola Basket 3x3 Merah Putih Antarinstansi se-Sulawesi Tengah Tahun 2026 |
Info Baru, PALU — Lapangan Gelora Bumi Kaktus (GBK) Andi Raga Pettalolo, Kota Palu, Sulawesi Tengah, selama tiga hari, 7–9 Agustus 2026, tidak hanya menjadi arena pertandingan bola basket. Lapangan itu menjadi ruang perjumpaan bagi pegawai dari berbagai instansi untuk membangun sportivitas sekaligus mempererat hubungan antarlembaga.
Suasana tersebut hadir melalui Kejuaraan Bola Basket 3x3 Merah Putih Antarinstansi se-Sulawesi Tengah Tahun 2026, yang digelar dalam rangka menyongsong Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81.
Kejuaraan ini menjadi bagian penting dalam perkembangan olahraga basket di Sulawesi Tengah. Untuk pertama kalinya, kompetisi basket format 3x3 digelar dengan mempertemukan tim dari berbagai instansi pemerintah daerah, instansi vertikal, BUMN, dan BUMD di Sulawesi Tengah.
Sebanyak 10 instansi ambil bagian dalam kejuaraan tersebut. Mereka adalah Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, Polda Sulawesi Tengah, Kejaksaan Sulawesi Tengah, Pemerintah Kabupaten Tojo Una-Una, Bank Sulteng, BRI, Kementerian Pekerjaan Umum, Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, BPBPK Sulawesi Tengah, serta BPN Sulawesi Tengah.
Ketua Panitia Kejuaraan Bola Basket 3x3 Merah Putih, Muhammad Husni Pettawali, S.STP., M.A.P., yang juga Kepala Bidang Keolahragaan Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Sulawesi Tengah, mengatakan kejuaraan tersebut menjadi momentum untuk menyemarakkan peringatan Hari Kemerdekaan sekaligus mempertemukan pegawai dari berbagai instansi dalam suasana yang lebih cair.
"Kegiatan ini dalam momentum Hari Kemerdekaan tahun ini, sekaligus mempererat silaturahmi antarinstansi yang ada di Sulawesi Tengah," ujar Muhammad Husni.
Pertandingan basket 3x3 memiliki karakter permainan yang cepat dan dinamis. Format tersebut membuat kompetisi berlangsung dalam tempo singkat, tetapi tetap menuntut kerja sama, disiplin, komunikasi, dan sportivitas dari setiap pemain.
Nilai-nilai itu pula yang ingin dibawa keluar dari lapangan. Para peserta yang sehari-hari bekerja dalam lingkungan dan kewenangan berbeda dipertemukan melalui olahraga dalam satu aturan permainan yang sama.
Di lapangan, batas-batas birokrasi menjadi lebih cair. Pegawai pemerintah daerah dapat berhadapan dengan pegawai instansi vertikal, aparat kepolisian, maupun karyawan BUMN dan BUMD. Mereka datang untuk bertanding, tetapi juga membawa kesempatan untuk membangun komunikasi dan persahabatan.
Memasuki Babak Penentuan
Pada hari terakhir, Minggu (9/8/2026), persaingan memasuki babak penentuan. Dua pertandingan semifinal mempertemukan Bhayangkara Tinombala melawan BRI serta Bhayangkara Presisi menghadapi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.
Pertandingan semifinal dijadwalkan berlangsung sore hari sebelum dilanjutkan dengan perebutan tempat ketiga serta pertandingan penentuan juara pertama dan kedua.
Setelah seluruh pertandingan selesai, rangkaian kegiatan ditutup dengan closing ceremony dan pemberian penghargaan yang dijadwalkan berlangsung pukul 20.00 Wita.
Kejuaraan tersebut menyediakan total hadiah Rp7 juta, ditambah plakat dan piagam penghargaan bagi para peserta dan pemenang.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Sulawesi Tengah, Muchsin H. Pakaya, S.E., M.M., dijadwalkan menutup secara resmi rangkaian kejuaraan.
Kejuaraan perdana ini pada akhirnya tidak hanya berbicara mengenai siapa yang menjadi juara. Ada tujuan yang lebih panjang dari sekadar angka di papan skor: membangun budaya sportivitas dan membuka ruang silaturahmi di antara mereka yang selama ini bekerja dalam institusi yang berbeda.
Sebab, dalam olahraga, kemenangan memang ditentukan oleh skor. Namun, hubungan antarmanusia tidak pernah sesederhana angka.
Di lapangan basket, mereka bertanding sebagai lawan. Setelah peluit akhir berbunyi, mereka kembali sebagai rekan dalam satu ruang bernama Sulawesi Tengah.



