TOLITOLI — InfoBaru. Waktu boleh berlalu, namun kenangan masa sekolah tetap menemukan jalannya untuk dipertemukan kembali. Itulah yang tergambar dalam Reuni Akbar Alumni SMAN 1 dan SMP Negeri 1 Tolitoli yang mempertemukan Puluhan alumni dari berbagai angkatan dan berbagai daerah.
Kegiatan yang dikemas selama tiga hari berturut-turut itu menjadi ruang untuk mempererat tali silaturahmi sekaligus mengenang perjalanan masa remaja yang pernah dilalui bersama. Rangkaian kegiatan diawali di kawasan wisata alam dan permandian Buntuna Tambun. Suasana penuh kehangatan menyelimuti pertemuan perdana para alumni yang sebagian besar telah puluhan tahun tidak saling berjumpa.
Ketua Alumni SMAN 1 Tolitoli, Dr. Rahman Alatas, MM, saat membuka kegiatan mengajak seluruh alumni untuk terus menjaga hubungan kekeluargaan yang telah terbangun sejak di bangku sekolah.
"Melalui reuni ini, mari kita pererat hubungan silaturahmi, baik alumni yang berada di Tolitoli maupun yang datang dari berbagai daerah. Semoga kebersamaan ini terus terjalin dan menjadi kekuatan bagi keluarga besar alumni," ujarnya.
Hari pertama diisi dengan berbagai permainan dan atraksi yang disiapkan panitia. Gelak tawa dan canda menjadi pemandangan yang mendominasi, seolah menghapus sekat usia maupun perbedaan profesi yang kini disandang para peserta.
Memasuki hari kedua, sebelum menuju lokasi kegiatan utama di Green Beat, Pantai Sabang, Kecamatan Galang, seluruh peserta terlebih dahulu memenuhi undangan makan siang bersama di kediaman salah seorang alumni, Kahar Saparang. Momen sederhana itu semakin menguatkan nuansa kekeluargaan yang menjadi ruh dari reuni tersebut.
Selanjutnya rombongan bergerak menuju Green Beat, destinasi wisata milik alumni Faisal Alatas. Dalam sambutannya, Faisal memperkenalkan kawasan wisata yang memadukan panorama laut dengan hamparan terumbu karang yang memanjakan mata, terutama saat matahari mulai terbenam. Kemeriahan semakin terasa ketika para peserta dihibur oleh penampilan penyanyi-penyanyi lokal yang membawakan lagu-lagu nostalgia, membuat para alumni larut dalam kenangan masa sekolah.
Ketua Panitia, Udin Luwas, yang akrab disapa Om Kumis, mengatakan konsep reuni selama tiga hari sengaja dirancang agar seluruh peserta memiliki waktu yang cukup untuk menikmati setiap rangkaian kegiatan tanpa terburu-buru.
"Kami ingin reuni ini benar-benar menjadi ajang melepas rindu. Karena itu seluruh panitia sepakat mengemas kegiatan selama tiga hari agar semua alumni bisa menikmati kebersamaan ini dengan lebih leluasa," katanya.
Kesan mendalam juga disampaikan salah seorang peserta, Lili Pangemanan, alumni yang datang dari Manado, Sulawesi Utara. Menurutnya, reuni bukan sekadar pertemuan biasa, tetapi menjadi kesempatan berharga untuk kembali menjalin persahabatan yang sempat terpisah oleh waktu dan jarak.
"Saya sangat terkesan dengan kegiatan ini. Senang sekali bisa bertemu kembali dengan teman-teman lama, melihat semuanya dalam keadaan sehat. Semoga reuni seperti ini bisa kembali dilaksanakan pada tahun-tahun mendatang," ujarnya.
Rangkaian Reuni Akbar akan ditutup pada hari ketiga di Villa Gaukan, Pantai Lalos. Penutupan sekaligus menjadi momentum estafet kepemimpinan pelaksanaan reuni berikutnya kepada Haris Malili. Dalam sambutannya, Haris menyampaikan komitmennya untuk menghadirkan reuni yang lebih meriah pada masa mendatang.
"Insyaallah, pada pertemuan berikutnya kita akan membuat kegiatan yang lebih besar dan lebih meriah lagi. Yang paling penting, semangat kebersamaan ini tetap terjaga. Salam baku dapa," tuturnya.
Lebih dari sekadar temu kangen, reuni akbar ini menjadi pengingat bahwa ikatan persahabatan yang dibangun di lingkungan sekolah mampu bertahan melintasi waktu, jarak, dan berbagai perjalanan hidup para alumninya.
*FTR*



