TOLITOLI, Info Baru — Kerinduan pada ruang kelas lama, halaman sekolah, dan persahabatan yang pernah tumbuh puluhan tahun silam kembali dipertemukan dalam Reuni Jilid V Lintas Generasi Alumni SMP 1 dan SMA 1 Tolitoli. Kegiatan temu alumni itu dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 27 Juni 2026, di kawasan Permandian Buntuna Tambun, Kabupaten Tolitoli.
Bagi sebagian alumni, reuni bukan sekadar agenda tahunan. Ia menjadi ruang untuk menautkan kembali ingatan tentang masa remaja, tentang guru-guru yang pernah membentuk karakter, hingga kisah persahabatan yang bertahan meski dipisahkan waktu dan jarak.
Ketua Panitia, Udin Luwas, mengatakan, kegiatan kali ini mempertemukan alumni dari berbagai angkatan, baik lulusan SMP maupun SMA, dalam suasana kekeluargaan yang lebih terbuka dan lintas generasi.
“Kami membuka ruang bagi seluruh teman-teman alumni yang ingin ikut bergabung. Tujuan utama kegiatan ini adalah mempererat silaturahim dan menjaga keakraban sesama teman yang masih diberi kesehatan dan umur panjang,” ujarnya.
Menurut panitia, antusiasme alumni cukup besar. Hingga kini, jumlah peserta yang mendaftar telah mendekati 40 orang dan diperkirakan terus bertambah mengingat waktu pelaksanaan masih sekitar sebulan lagi. Tidak hanya alumni yang berdomisili di Sulawesi Tengah, sejumlah peserta juga disebut akan datang dari berbagai daerah di luar Pulau Sulawesi.
Fenomena reuni lintas generasi semacam ini menunjukkan bahwa ikatan emosional yang dibangun di lingkungan sekolah kerap melampaui batas ruang dan waktu. Sekolah, dalam konteks itu, tidak hanya menjadi tempat belajar ilmu pengetahuan, tetapi juga ruang pembentukan memori sosial yang terus hidup dalam perjalanan usia para alumninya.
Permandian Buntuna Tambun dipilih sebagai lokasi kegiatan karena dinilai mampu menghadirkan suasana santai dan akrab. Di tengah alam terbuka, para alumni diharapkan dapat kembali membangun percakapan-percakapan lama yang mungkin sempat terputus oleh kesibukan hidup masing-masing.
Bagi banyak peserta, reuni juga menjadi cara sederhana untuk merawat rasa memiliki terhadap almamater. Di tengah perubahan zaman dan mobilitas masyarakat yang semakin tinggi, pertemuan seperti ini menjadi pengingat bahwa persahabatan masa sekolah sering kali tetap menemukan jalannya untuk kembali bertemu.
Ftr



.jpg)