![]() |
| Pelepasan ekspor raya durian beku ke Tiongkok Oleh Gubernur Sulteng H.Anwar Hafid, Kamis (16/4/2026) di instalasi karantina PT Duco Food Indonesia (Foto: Istimewa) |
Kegiatan yang mengusung tema “Sulawesi Tengah Menuju Raja Durian Dunia” tersebut dihadiri Gubernur Sulawesi Tengah H.Anwar Hafid, didampingi Ketua TP-PKK Sry Nirwanti Bahasoan dan Wakil Gubernur Reny A. Lamadjido, serta sejumlah pejabat pusat dan daerah. Kehadiran tamu negara dan pejabat tinggi menjadi perhatian khusus dalam skema pengamanan yang disiapkan Satpol PP bersama unsur Pengamanan lainnya.
Sebelum pelaksanaan tugas, jajaran Satpol PP Sulteng terlebih dahulu menggelar apel dan briefing di lokasi kegiatan. Apel dipimpin langsung oleh Kepala Bidang Ketentraman dan Ketertiban Umum (Trantibum) Satpol PP Sulteng, Dedy Wahyudi. Dalam arahannya, ia menekankan sejumlah poin penting kepada seluruh personel, antara lain fokus pada pengamanan sesuai titik area yang telah ditentukan, memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan baik, serta menjaga sikap profesional dalam bertugas sesuai dengan prosedur tetap (protap) pengamanan.
Dalam kesempatan tersebut, Dedy Wahyudi juga menegaskan pentingnya kedisiplinan dan tanggung jawab personel di lapangan. “Setiap anggota harus memahami tugas dan titik pengamanan masing-masing. Laksanakan pengamanan dengan penuh tanggung jawab, jaga sikap, dan utamakan pendekatan humanis namun tetap tegas. Kita hadir untuk memastikan kegiatan ini berjalan aman, tertib, dan sukses,” ujarnya.
Sejak pagi, personel Satpol PP bersama Dinas Perhubungan telah disiagakan di sejumlah titik strategis, mulai dari pintu masuk kawasan pergudangan, lokasi acara utama, hingga jalur lalu lintas di sekitar pelabuhan. Pengaturan arus kendaraan, sterilisasi lokasi, serta pengawasan terhadap aktivitas masyarakat dilakukn secara persuasif namun tegas guna memastikan seluruh rangkaian acara berjalan tanpa hambatan.
Dalam sambutannya, Gubernur Anwar Hafid menegaskan bahwa Sulawesi Tengah merupakan salah satu provinsi penghasil durian terbesar di Indonesia yang memiliki potensi besar untuk menembus pasar global. “Potensi ini bukan sekadar kekayaan alam yang perlu kita syukuri, tetapi harus kita kelola secara serius, profesional, dan berorientasi pasar internasional. Hari ini kita membuktikan bahwa petani durian Sulawesi Tengah mampu berdiri sejajar dengan produsen durian terbaik dunia,” tegasnya.
Ia juga menekankan bahwa capaian ekspor yang terus meningkat menjadi tonggak penting dalam memperkuat posisi Sulawesi Tengah di pasar hortikultura dunia. Sejak Januari hingga 12 April 2026, sebanyak 151 kontainer durian beku telah berhasil diekspor ke Tiongkok dengan total volume mencapai 4.077 ton dan nilai Rp377,5 miliar.
Khusus pada pelepasan ekspor raya kali ini, sebanyak 17 kontainer dengan volume 459 ton atau senilai Rp42,5 miliar resmi diberangkatkan. Menurut gubernur, angka tersebut bukan sekadar statistik, melainkan cerminan kerja keras petani, pelaku usaha, serta dukungan pemerintah dalam membangun ekosistem pertanian yang berdaya saing.
Di tengah besarnya perhatian terhadap capaian tersebut, Satpol PP tetap menjaga ritme pengamanan hingga akhir kegiatan. Koordinasi intensif dengan aparat kepolisian dan panitia pelaksana menjadi kunci dalam mengantisipasi potensi gangguan, termasuk lonjakan kehadiran masyarakat yang antusias mengikuti rangkaian acara.
Selain prosesi pelepasan ekspor, kegiatan juga diisi dengan penyerahan piagam penghargaan, pembagian bibit durian kepada masyarakat, serta makan durian bersama. Antusiasme warga yang tinggi tetap terkendali berkat pengaturan yang dilakukan petugas di lapangan.
Pengamanan berakhir dalam situasi aman dan terkendali. Kehadiran Satpol PP dalam kegiatan ini tidak hanya menunjukkan peran sebagai penegak ketertiban umum, tetapi juga menjadi bagian penting dalam mendukung kelancaran agenda strategis daerah.
Momentum ekspor raya ini sekaligus menegaskan posisi Sulawesi Tengah sebagai salah satu sentra durian di kawasan timur Indonesia, sekaligus memperlihatkan sinergi antara pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat dalam mendorong kemajuan ekonomi daerah.
FTR



.jpg)
