![]() |
| BAZNAS Sulteng Satukan Muzaki dan Mustahik dalam Kehangatan Ramadhan |
PALU, INFOBARU – Suasana kebersamaan menyelimuti pelataran Masjid Raya Baitul Khairaat, Jalan Jaelangkara, Kota Palu, Minggu (15/03/2026) sore. Ratusan wajah tampak duduk bersila di di pelataran Masjid, menanti saat berbuka puasa. Mereka adalah para mustahik mereka yang berhak menerima zakat yang diundang Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Sulawesi Tengah dalam acara bertajuk "Buka Puasa Bersama Keakraban Muzaki dan Mustahik".
Acara yang berlangsung pada hari ke-24 Ramadhan 1447 Hijriah itu bukan sekadar ajang santap bersama. Lebih dari itu, ia menjadi jembatan yang mempertemukan dua kutub para pemberi zakat (muzaki) dan penerima manfaat. Rangkaian acara juga diisi dengan penyerahan paket sembako kepada para mustahik yang hadir, sebagai wujud kepedulian nyata di bulan suci.
Tampak hadir sejumlah pejabat pemerintah dan Anggota DPRD Provinsi Sulteng, di antaranya Asisten I Gubernur Sulawesi Tengah Farid R Yotolemba yang mewakili Gubernur H. Anwar Hafid, Anggota DPRD Sulteng Hidayat Pakamundi, Pelaksana Tugas Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Rustam Aripuddin, perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemprov Sulteng, serta pimpinan perbankan dan lembaga zakat lainnya.
Ketua BAZNAS Provinsi Sulawesi Tengah, Hatamudin Thamrin, dalam sambutannya menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata tugas BAZNAS untuk mempertemukan dan menyapa para muzaki dengan mustahik. "Acara ini kami beri nama buka puasa bersama antara muzaki dan mustahik. Ini bagian dari upaya kami mempererat silaturahmi sekaligus memastikan bahwa zakat, infak, dan sedekah (ZIS) yang diamanahkan dapat dirasakan langsung manfaatnya oleh yang berhak," ujarnya di hadapan hadirin.
Hatamudin, yang baru dilantik pada 25 November 2025, memaparkan visi BAZNAS RI sebagai lembaga yang menyejahterakan umat, dengan slogan tahun 2026 "Menguatkan Indonesia". Ia merinci sepuluh program unggulan BAZNAS, mulai dari Rumah Sehat BAZNAS, Microfinance, Kampung Zakat, Santripreneur, beasiswa, hingga BAZNAS Tanggap Bencana.
Namun, yang menarik perhatian adalah sinergi program tersebut dengan kebijakan pemerintah daerah. BAZNAS Sulteng merangkumnya ke dalam lima program prioritas yang selaras dengan sembilan program unggulan Pemprov Sulteng yang dikenal dengan "9 Program Berani". Kelima program itu adalah Sulteng Cerdas, Sulteng Sehat, Sulteng Sejahtera, Sulteng Peduli, dan Sulteng Taqwa. "Semuanya sudah berjalan dan terlaksana," tegas Hatamudin.
Ia juga melaporkan bahwa sejak bertugas Desember 2025, BAZNAS Sulteng telah mendistribusikan sekitar 3.500 paket sembako ke 14 titik di berbagai kabupaten/kota. Sasaran utamanya adalah masyarakat pinggiran yang masuk dalam kategori delapan asnaf (golongan penerima zakat), termasuk mualaf, disabilitas, fakir, dan miskin. "Apalagi di bulan suci Ramadhan ini, kami ingin memastikan mereka yang sangat membutuhkan mendapat perhatian," tambahnya.
Hatamudin menyampaikan apresiasi mendalam kepada para muzaki, baik dari kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN), pimpinan OPD, pengusaha, BUMN, BUMD, maupun perorangan yang telah menitipkan zakatnya melalui BAZNAS. Ia berharap partisipasi semua unsur dapat terus meningkat setiap bulannya.
Ke depan, BAZNAS Sulteng berencana memprioritaskan pemberdayaan mustahik melalui bantuan modal usaha. "Kami berkomitmen membantu pemerintah dalam pemerataan bantuan produktif untuk kesejahteraan umat, serta ikut menurunkan angka kemiskinan, khususnya di Sulawesi Tengah," pungkasnya.
Pentingnya Sosialisasi Zakat di Lingkungan ASN
Sementara itu, Asisten I Farid R Yotolemba, yang mewakili Gubernur dalam acara tersebut, mengaku ia memilih untuk tetap hadir dan menyampaikan sambutan meski acara telah berjalan. "Jadi untung, alhamdulillah, karena niatnya baik. Tadi melalui Kesra sudah ditelepon, saya bilang dibuka saja, tapi beliau tidak mau karena beliau pikir jangan," ujarnya dengan nada ringan diselingi tawa.
Dalam sambutannya, Farid menyoroti perlunya BAZNAS lebih gencar melakukan sosialisasi ke seluruh OPD di lingkungan Pemprov Sulteng. Menurutnya, banyak aparatur sipil negara yang belum sepenuhnya memahami mekanisme zakat, baik zakat fitrah, zakat mal, maupun sedekah. "Itu harus OPD tahu. Sehingga kita sebagai PNS, aparatur sipil, bisa bersemangat membayar, menunaikan zakat itu. Karena penting sekali. Cuma ini mungkin belum tersosialisasi di OPD, sehingga kegiatannya penyaluran zakat melalui BAZNAS ini belum maksimal," tegasnya.
Ia mengingatkan bahwa kewajiban membayar zakat adalah pertanggungjawaban yang kelak akan ditanyakan di akhirat. "Mohon maaf Pak, mungkin belum maksimal ya? Jadi ini penting sekali karena ini di akhirat ditanya kita. Zakat fitrah itu terutama. Ditanya bagaimana penyalurannya, bagaimana menerima, bagaimana memberikan bantuan zakat," tambahnya.
Meski demikian, ia mengajak seluruh masyarakat untuk tetap bersemangat bersedekah dan menerima sedekah jariyah dari para muzaki yang menyalurkan bantuan melalui BAZNAS. "Mari kita terima sedekah jariyah dari teman, saudara kita yang memberikan, menyalurkan bantuan melalui BAZNAS. Mudah-mudahan apa yang dilakukan oleh BAZNAS ini menjadi peduli terhadap masyarakat di Sulawesi Tengah, terutama para kaum Dhuafa," harapnya.




